Lukisan Tema Paskah

April 5, 2009

perjamuan-paskah2Data Lukisan:

“Perjamuan Paskah”
Ukuran 90×70 cm
Cat Minyak diatas Kanvas
Harga: Rp. 1.500.000,-
(Termasuk Pigura, belum termasuk ongkos kirim)

“Membasuh kaki murid”
Ukuran 50×60 cm
Cat Minyak diatas Kanvas
Harga: Rp. 850.000,-
(Termasuk Pigura, belum termasuk ongkos kirim)

Silahkan kontak Jati di : 0818 468 413
membasuh-kaki-pgrperjamuan-paskah1

Surat PI April 08

April 18, 2008

Makassar, 17 April 2008

Amsal 3:

5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu

Bapak/Ibu/Sdr/I penyokong terkasih,

Pada tanggal 11 Juni 2008, hari Jumat, saya berangkat ke Surabaya dengan Kereta Api. Setibanya di Surabaya, saya dijemput oleh Catur Subagio dari Pelayanan Nav Surabaya. Kemudian saya menumpang tinggal di rumahnya selama semalam dan besok siangnya berangkat dari bandara Juanda menuju Makassar.

Kepergian saya ke Makassar kali ini sekaligus merupakan kepindahan domisili saya untuk sementara. Saya akan menetap di Makassar sampai sekitar bulan Juli 2009. Saya memerlukan waktu untuk tinggal di Makassar untuk menemani Gita (calon istri) sekaligus membangun dasar-dasar dalam rumah tangga kami.

Kami merencanakan menikah pada akhir Juni ini (tanggal pastinya belum ada) di Pare-pare, sekitar 4 jam dari Makassar.

Gita bekerja sebagai guru SD Dian Harapan dan merencanakan mengajar di Makassar sampai tahun ajaran ke depan (selesai Juni 2009). Sekaligus juga kami ingin memenangkan hati keluarga Gita untuk dengan rela mengijinkan Gita mengikuti saya ke Jogja. Sekiranya Tuhan memberikan kesempatan, kami juga ingin memberitakan kabar baik kepada mereka.

Setelah bulan Juli 2009, kami akan kembali ke Jogja, dimana saya berencana melanjutkan tugas pelayanan sebagai staf kolega Para Navigator Kampus A Jogja. Selama di Makassar saya tetap bekerja untuk kantor Jasa Pelatihan yang dirintis bersama teman-teman di Jogja. Tugas-tugas memimpin kantor didelegasikan kepada staf lain dan tugas teknis pekerjaan akan dikirim jarak jauh.

Sebelum keberangkatan saya ke Makassar, saya sempat menengok Bapak yang ada di Solo. Pada akhir Februari 2008 kemarin, beliau terserang stroke sehingga mengalami mati rasa sebelah kiri badan. Tetapi beliau mengalami kemajuan kesehatan yang sangat berarti. Pada mulanya saya merasa pesimis akan pemulihan kondisi Bapak. Terakhir saya menengok bapak, kami pergi ke Gereja berboncengan sepeda motor. Bapak telah dapat belajar berjalan dengan didukung tongkat penyangga. Hanya harus ekstra hati-hati dan didampingi karena sangat berbahaya kalau tiba-tiba terjatuh disebabkan kaki beliau belum terlalu sanggup menopang beban badannya.

Berkat doa semua teman-teman, Bapak tidak kehilangan semangat dan terus ingin mencapai kesembuhan. Tuhan juga telah mencukupi biaya pengobatan selama ini.

Firman Tuhan di Gereja mengingatkan akan pentingnya memelihara hati kepada Tuhan Yesus, pada waktu Tuhan telah memberikan apa yang kita butuhkan. Bapak Pendeta menceritakan mengenai seorang anak yang begitu girangnya akan mainan yang diberikan oleh bapaknya, sehingga tidak menanti-nantikan lagi kehadiran bapaknya seperti biasanya. Saya merasa sering terlalu girang, gembira, memusatkan diri pada, pemberian Tuhan. Sewaktu saya mendoakan agar Tuhan mengaruniakan pasangan hidup kepada saya, sungguh-sungguh seluruh hati dan pikiran terpusat untuk memikirkan Tuhan dan mencari kehendak dan hadiratNya. Tetapi setelah Tuhan mengaruniakannya, terlalu sering saya seperti melupakan Tuhan yang mengaruniakannya. Selama menggumulkan biaya pernihkahan, Tuhan juga menginginkan saya mengarahkan hati untuk hanya berharap kepadaNya. Jikalau mengharapkan kemampuan sendiri, saya tentu tidak akan sanggup mencukupinya.

Terima kasih atas segala dukungannya selama ini, baik doa maupun dukungan financial. Sesuai kesepakatan dengan teman-teman di tim kepemimpinan kampus A Yogyakarta, untuk sementara ini selama saya di Makassar, saya tidak masuk ke dalam daftar penerima pemberian Perjanjian Iman. Sesuai damai sejahtera saya, karena peranan pelayanan saya tidak akan bisa sebesar sewaktu tinggal diantara teman-teman mahasiswa, saya mengajukan agar tidak dimasukkan dulu dalam daftar penerima PI.

Mohon dukungan doa agar Tuhan memberkati rencana pernikahan dengan kemuliaan Tuhan, mencukupi kebutuhan keuangan baik pernikahan maupun setelah menikah, dan doakan juga agar Tuhan menjagai kami berdua dalam kekudusan.

Doakan juga pelayanan Kampus A Jogja yang ditinggalkan, terutama untuk mas Herry yang akan menjalankan tugas sebagai staf kolega sendirian (sebelumnya berdua dengan saya).

Dalam KasihNya,

Jati Anggoro

Perencanaan untuk Mengelola Hidup

March 28, 2008

Hai,

Silahkan download file-file ini untuk jadi panduan perencanaan.

mungkin agak rumit, tapi itu hanya karena tidak biasa.

Sederhana dan bisa membantu kok.

Lagipula, kalo dah kerja atau punya bisnis, sangat membantu.

File dalam bentuk Microsoft Excel, tapi saya upload dalam bentuk Microsoft word.

Jati

perencanaan file ms word

Saran dari Imelda

March 16, 2008
Tolong diberitahukan kepada tim penerjemah beberapa
masukan di bawah ini agar penerjemahan lebih konsisten
dan wajar.

1.	Untuk persentase, gunakan angka saja. 80%, 95%,
dsb.

2.	Exploration activity diganti menjadi exploratory
activity.

3.	Untuk lembar kerja yang dilampirkan di buku,
sebaiknya disebut Worksheet instead of sheet.

4.	Untuk ¡¥mengabsen¡¦, gunakan ¡¥take (their)
attendance¡¦.

5.	Manusia = men, seorang pria = man. Jadi the fall of
men = jatuhnya manusia (dalam dosa).

6.	Tolong perhatikan pemberian tanda titik di akhir
kalimat, terutama di penulisan daftar bernomor.

7.	Untuk pemakaian tanda baca, sebaiknya gunakan yang
benar. Jadi kalau di buku aslinya salah, jangan
diikuti. Tolong perhatikan terutama untuk kalimat
langsung. 

8.	Untuk ekspresi-ekspresi atau seruan-seruan seperti
¡¥Aduh! Bagaimana ini?¡¦ jangan diterjemahkan secara
literal. Sebaiknya gunakan ekspresi bahasa Inggris
yang setara dan tak mengubah makna ekspresi/seruan
tersebut. Misalnya ¡¥Oh no! What now?¡¦ dan
seterusnya.

9.	 Untuk cerita-cerita pendek, gunakan past tense
pada tiap kalimat kecuali dalam kalimat-kalimat
langsung. 

10.	Jangan lupa untuk myself, themselves, dsb
disambung.

11.	Daging untuk makanan = meat, bukan flesh.

12.	Untuk tiap kegiatan pembuka atau penutup, ketika
anak-anak diminta berdoa, diterjemahkannya harus
dengan tanda koma: Ask the children to pray, giving
thanks for (whatever).
Atau: Ask the children to give thanks to God¡K.

13.	Untuk tiap kalimat yang dimulai dengan tanyakan
kepada anak-anak, gunakan kalimat tidak langsung.
¡¦Ask the children, what makes your heart happy?¡¦
Menjadi „³¡¦Ask the children what makes their heart
happy.¡¦ Harap diperhatikan karena bagian ini memang
sedikit berbeda dari versi bahasa Indonesia, tapi
sangat penting. Dalam bahasa Indonesia dan bahasa
Inggris yang benar adalah bentuk yang kedua. Kalau
kita menerjemahkan secara literal memang yang benar
adalah bentuk pertama, tapi saya rasa sebaiknya kita
ubah sedikit bagian ini dibanding membingungkan yang
membacanya nanti.

14.	Jangan lupa menyalakan spell check di Word, karena
banyak kesalahan ketik yang bisa langsung dideteksi
dan dibetulkan. Lalu ada juga yang bahasa Indonesianya
belum dihapus, mungkin terburu-buru. Lebih hati-hati
saja mungkin ya lain kali. 

Saya sedikit prihatin dengan kesalahan-kesalahan di
buku yang cukup fatal. Sampai saat ini saya berusaha
menyesuaikan dengan buku, semirip mungkin. Sekarang
saya mengerti tentang urutan-urutan yang waktu itu
Jati bicarakan. 

Anyway, dengan masukan ini semoga proses penerjemahan
bisa lebih lancar dan konsisten. 

Best regards,
Imelda

Hello world!

March 16, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.