Tolong diberitahukan kepada tim penerjemah beberapa masukan di bawah ini agar penerjemahan lebih konsisten dan wajar. 1. Untuk persentase, gunakan angka saja. 80%, 95%, dsb. 2. Exploration activity diganti menjadi exploratory activity. 3. Untuk lembar kerja yang dilampirkan di buku, sebaiknya disebut Worksheet instead of sheet. 4. Untuk ¡¥mengabsen¡¦, gunakan ¡¥take (their) attendance¡¦. 5. Manusia = men, seorang pria = man. Jadi the fall of men = jatuhnya manusia (dalam dosa). 6. Tolong perhatikan pemberian tanda titik di akhir kalimat, terutama di penulisan daftar bernomor. 7. Untuk pemakaian tanda baca, sebaiknya gunakan yang benar. Jadi kalau di buku aslinya salah, jangan diikuti. Tolong perhatikan terutama untuk kalimat langsung. 8. Untuk ekspresi-ekspresi atau seruan-seruan seperti ¡¥Aduh! Bagaimana ini?¡¦ jangan diterjemahkan secara literal. Sebaiknya gunakan ekspresi bahasa Inggris yang setara dan tak mengubah makna ekspresi/seruan tersebut. Misalnya ¡¥Oh no! What now?¡¦ dan seterusnya. 9. Untuk cerita-cerita pendek, gunakan past tense pada tiap kalimat kecuali dalam kalimat-kalimat langsung. 10. Jangan lupa untuk myself, themselves, dsb disambung. 11. Daging untuk makanan = meat, bukan flesh. 12. Untuk tiap kegiatan pembuka atau penutup, ketika anak-anak diminta berdoa, diterjemahkannya harus dengan tanda koma: Ask the children to pray, giving thanks for (whatever). Atau: Ask the children to give thanks to God¡K. 13. Untuk tiap kalimat yang dimulai dengan tanyakan kepada anak-anak, gunakan kalimat tidak langsung. ¡¦Ask the children, what makes your heart happy?¡¦ Menjadi „³¡¦Ask the children what makes their heart happy.¡¦ Harap diperhatikan karena bagian ini memang sedikit berbeda dari versi bahasa Indonesia, tapi sangat penting. Dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang benar adalah bentuk yang kedua. Kalau kita menerjemahkan secara literal memang yang benar adalah bentuk pertama, tapi saya rasa sebaiknya kita ubah sedikit bagian ini dibanding membingungkan yang membacanya nanti. 14. Jangan lupa menyalakan spell check di Word, karena banyak kesalahan ketik yang bisa langsung dideteksi dan dibetulkan. Lalu ada juga yang bahasa Indonesianya belum dihapus, mungkin terburu-buru. Lebih hati-hati saja mungkin ya lain kali. Saya sedikit prihatin dengan kesalahan-kesalahan di buku yang cukup fatal. Sampai saat ini saya berusaha menyesuaikan dengan buku, semirip mungkin. Sekarang saya mengerti tentang urutan-urutan yang waktu itu Jati bicarakan. Anyway, dengan masukan ini semoga proses penerjemahan bisa lebih lancar dan konsisten. Best regards, Imelda
Advertisement
Tags: work